Sabtu, 30 April 2011

MASA DEPAN ALAM SEMESTA : PERSPEKTIF SAINS & QUR'AN

Masa depan Alam Semesta Perspektif Sains


Bermula dari bigbang, alam semesta berkembang dan terus mengembang, segala sesuatu dalam alam semesta merambat memuai, dan gaya tarik (grafitasi) berusaha menariknya kembali. Nasib kita tergantung pada gaya mana yang menang. Tapi akankah itu berlangsung terus?, jika tidak, bagaimana akhirnya?. Untuk menjawab dua pertanyaan terakhir ini para saintis melakukan pemodelan-pemodelan alam semesta. Sejauh ini dikenal ada 4 model alam semesta, tiga diantaranya ditawarkan oleh Friedman.

Tiga model alam semesta Fredman.
Pada awal tahun 1920, ahli matematika dan fisika Rusia Alexander Friedman menjadi orang pertama yang merangkum ide bahwa persamaan gerak Einstein dalam teori relativitas umum dapat diterapkan pada alam semesta. Eistein (dan umumnya saintis) percaya bahwa alam semesta statis, dan Fredman memodifikasi persamaan Eistein dengan memasukan “konstanta kosmologi”. Fredman mengajukan 3 model alam semesta kita, ketga model Fredman digambarkan secara grafis seperti pada gambar di bawah ini.

SEJARAH ALAM SEMESTA : PERSPEKTIF SAINS & QUR'AN

Sejarah Alam Semesta Perspektif Sains


Sains abad 20 menyimpulkan bahwa alam semesta dimulai dari suatu ledakan besar dan mengembang. Saintis menyebut ledakan ini sebagai bigbang dan pengembangan alam semesta sebagai expansion of the universe. 
 
Ledakan besar (Bigbang)
Pada dasarnya teori ini diturunkan dari perhitungan rumit khususnya perhitungan matematika dan fisika tingkat tinggi dan pengamatan gerak bintang berbilang puluhan tahun. Boleh dibilang teori bigbang adalah penemuan sains terbesar abab 20.

Saat ini, hampir semua saintis yakin alam semesta dimulai dari suatu ledakan besar (disebut big bang) temperatur tinggi, para ahli teori telah menyimpulkan keadaan alam semesta pada 10-43 detik (satu per 10 pangkat minus 43) setelah bigbang. Sebelum waktu ini, semua gaya-gaya fundamental –grafitasi, elektromagnetik, dan gaya kuat/lemah nuklir – menyatu, tapi ahli fisika belum mengembangkan suatu teori yang dapat menjelaskan kondisi pada 0 – 10-43 detik.

PERGERAKAN BENUA: PERSPEKTIF SAINS & QURAN

Pergerakan Benua Menurut Perspektif Sains
Dahulu kala orang-orang beranggapan bumi adalah sesuatu yang rigid atau kaku sementara benua-benua berada pada kedudukannya yang tetap tidak berpindah-pindah. Belakangan setelah orang-orang dapat melakukan pemetaan pantai ternyata terdapat kesesuaian morfologi dari pantai-pantai yang dipisahkan oleh Samudera. Hal ini menjadi titik tolak dari konsep-konsep yang menerangkan bahwa benua-benua tidak tetap akan tetapi selalu bergerak. Kecepatan pergerakan benua bervariasi antara 1 – 10 cm/tahun, tergantung lokasinya.

Berdasarkan kecepatan pergerakan ini maka diperkirakan pada sekitar 200 – 250 juta tahun lalu semua benua menyatu dan disebut pangea.

Kelahiran dan Kematian Alam Semesta



“Dari mana planet dan kita berasal?”… “Dari mana semua ini berawal?”… Mungkin ini adalah pertanyaan yang paling sering diperdebatkan para ilmuan.

Teori Pembentukan Alam Semesta
Hingga Tahun 1928 banyak sekali teori bagaimana alam semesta ini berawal, dari teori ada dengan seketika sampai teori radikal yang mengatakan bahwa alam semesta tidak mempunyai awal maupun akhir, tapi semua itu hanyalah sebuah asumsi dan sama sekali tidak terbukti. 

Batu Bara & Minyak Bumi


Sumber Daya Alam (SDA) terdiri atas SDA yang dapat diperbaharui (Renewable) dan SDA yang tidak dapat diperbaharui (Unrenewable). Bahan Tambang diantaranya Batu Bara dan Minyak Bumi termasuk sebagian yang tergolong dalam Unrenewable karena ketersediaannya di muka bumi yang sangat terbatas dan Proses pembentukannya memerlukan waktu sangat lama bahkan mencapai ribuan tahun. Jika eksplorasi dan Eksploitasi terus dilakukan dalam skala besar tanpa memperhatikan prinsip efisiensi dan kelangsungan hidup ke depan bisakah punah ?, Akankah kelak Bahan Tambang ini hanya cukup menghiasi cerita-cerita sejarah ?

Batu Bara

Mineral Batuan


Batuan

Batuan (Rocks) adalah bahan padat bentukan alam yang umumnya tersusun oleh kumpulan atau kombinasi dari satu macam mineral atau lebih.

JENIS BATUAN (ROCKS)
Batuan yang dibentuk oleh berbagai jenis dan susunan mineral dibagi menjadi tiga jenis, yaitu batuan beku (igneous rocks), batuan endapan (sedimentary rocks), dan batuan malihan (metamorphic rocks).

Lihatlah ke Bawah, Jangan Lihat Ke Atas


Banyak nikmat Allah telah kita sia-siakan. Dari yang terkecil hingga besar. Bayangkan, seandainya udara yang kita hirup dihargai dengan uang. Berapa banyak uang yang kita keluarkan hanya untuk membeli udara. Belum lagi air yang setiap hari kita pakai. Alangkah Maha Pemurahnya Allah. 

Berjalan dengan kedua kaki, melihat dengan kedua mata, dan bernafas merupakan nikmat yang tidak bisa tidak kita syukuri. Allah menciptakan manusia dan menyempurnakan penglihatan, pendengaran, dan mata hati, untuk dapat menjaga kualitas syukur kita atas semua pemberian-Nya.

Dalam al-Quran, Allah berfirman;
 
ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلاً مَّا تَشْكُرُونَ
Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. [QS: As Sajadah: 9]

Materi Geografi Kelas 11 SMA KurMer

Semester 1 Posisi Strategis Indonesia dan Potensi Sumber Daya Alam Letak Indonesia Secara Astronomis Luas Wilayah Indonesia Batas Wilayah In...