Kamis, 19 Mei 2011

Teknik Membaca Peta Kontur

Pengertian Kontur
Kontur adalah garis khayal untuk menggambarkan semua titik yang mempunyai ketinggian yang sama di atas atau di bawah permukaan datum tertentu yang disebut permukaan laut rata-rata. Kontur digambarkan dengan interval vertikal yang reguler. Interval kontur adalah jarak vertikal antara 2 (dua) garis ketinggian yang ditentukan berdasarkan skalanya. Besarnya interval kontur sesuai dengan skala peta dan keadaan di muka bumi. Interval kontur selalu dinyatakan secara jelas di bagian bawah tengah di atas skala grafis.
Kontur biasanya digambar dalam bentuk garis-garis utuh yang kontinyu (biasanya berwarna cokelat atau oranye). Setiap kontur keempat atau kelima (tergantung pada intervalnya) dibuatlah indeks, dan digambarkan dengan garis yang lebih tebal. Kontur indeks dimaksudkan untuk membantu pembacaan kontur dan menghitung kontur untuk menentukan tinggi. Angka (ketinggian) kontur diletakkan pada bagian kontur yang diputus, dan diurutkan sedemikian rupa agar terbaca searah dengan kemiringan ke arah atas (lebih tinggi).

Fasies Gunung Api dan Aplikasinya

Secara bentang alam, gunung api yang berbentuk kerucut dapat dibagi menjadi daerah puncak, lereng, kaki, dan dataran di sekelilingnya. Pemahaman ini kemudian dikembangkan oleh Williams dan McBirney (1979) untuk membagi sebuah kerucut gunung api komposit menjadi 3 zone, yakni Central Zone, Proximal Zone, dan Distal Zone. Central Zone disetarakan dengan daerah puncak kerucut gunung api, Proximal Zone sebanding dengan daerah lereng gunung api, dan Distal Zone sama dengan daerah kaki serta dataran di sekeliling gunung api. Namun dalam uraiannya, kedua penulis tersebut sering menyebut zone dengan facies, sehingga menjadi Central Facies, Proximal Facies, dan Distal Facies.

Pembagian fasies gunung api tersebut dikembangkan oleh Vessel dan Davies (1981) serta Bogie dan Mackenzie (1998) menjadi empat kelompok, yaitu Central/Vent Facies, Proximal Facies, Medial Facies, dan Distal Facies (Gambar 1).

Sesuai dengan batasan fasies gunung api, yakni sejumlah ciri litologi (fisika dan kimia) batuan gunung api pada suatu lokasi tertentu, maka masing-masing fasies gunung api tersebut dapat diidentifikasi berdasarkan data:
1. inderaja dan geomorfologi
2. stratigrafi batuan gunung api
3. vulkanologi fisik
4. struktur geologi
5. petrologi-geokimia
Gambar 1. Pembagian fasies gunung api menjadi fasies sentral, fasies proksimal, fasies medial, dan fasies distal
beserta komposisi batuan penyusunnya (Bogie & Mackenzie, 1998)

STRUKTUR GEOLOGI WONOGIRI

A.  Gambaran Umum
Kabupaten Wonogiri merupakan salah satu kabupaten di bagian Selatan Jawa Tengah, yang menempati daerah perbukitan yang cukup luas, tersusun sebagian besar oleh batugamping, batugamping pasiran dan sebagian lagi oleh produk gunungapi. Perkembangan perkotaan umumnya menempati daerah-daerah lembah atau dataran di kaki perbukitan, seperti terlihat di sekitar waduk Gajah Mungkur mulanya sebagai dataran limpah banjir dan lembah antar bukit (http://www.dgtl.esdm.go.id/).

Kabupaten Wonogiri, dengan luas wilayah 182.236,02 Ha secara geografis terletak pada garis lintang 7°32' sampai 8°15' dan garis bujur 110°41' sampai 111°18' dengan batas-batas Sebelah Utara : berbatas dengan Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Karanganyar. Sebelah Timur : berbatas dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Ponorogo (Jawa Timur). Sebelah Selatan : berbatas dengan Kabupaten Pacitan (Jawa Timur) dan Samudra Indonesia. Sebelah Barat : berbatas dengan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Klaten (http://wonogirikab.go.id/).

Senin, 16 Mei 2011

WASPADALAH TERHADAP PENYAKIT SYUBHAT DAN SYAHWAT

 إنّ الحمدَ لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذُ بالله مِن شرور أنفسنا، ومِن سيئات أعمالنا، مَن يهده الله فلا مُضِلَّ له، ومَن يُضلِل فلا هادِيَ له. وأشهدُ أن لا إله إلا الله وحده لا شريكَ له. وأشهد أنّ محمداً عبدُه ورسولُه. 
"Sungguh kutinggalkan kepada kalian dua perkara, yang jikalau kamu semua berpegang teguh kepadanya...kau tidak akan pernah tersesat selamanya Al-Qur'an dan As-Sunnah" 

Syaithan merupakan musuh nyata manusia. Dia selalu berusaha menjerumuskan manusia kedalam jurang kekafiran, kesesatan dan kemaksiatan. Di dalam menjalankan aksinya itu syaithan memiliki dua senjata ampuh yang telah banyak memakan korban. Dua senjata itu adalah syubhat dan syahwat. Dua penyakit yang menyerang hati manusia dan merusakkan perilakunya.

Tebak-tebakan




·         Apa itu cemilan?
Cebelum cepuluh, cecudah celapan
·         Hewan apa yang bersaudara?
Katak beradik
·         Sandal apa yang paling enak?
Sandal terasi
·         Apa beda matahari sama bulan?
Matahari ada diskon, bulan enggak ada
·         Apa yang luarnya mulus dalamnya amburadul?
Nenek naek mercy

Selasa, 10 Mei 2011

Bentang Alam Akibat Proses Pengikisan dan Pengendapan

Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi dan bersifat merusak berupa air, gletser maupun sinar matahari. Pengrusakan bentuk muka bumi oleh tenaga eksogen berupa pelapukan, pengikisan (erosi) dan pengendapan.


1.
Pelapukan
Pelapukan adalah proses pegrusakan atau penghancuran kulit bumi oleh tenaga eksogen. Pelapukan di setiap daerah berbeda beda tergantung unsur unsur dari daerah tersebut. Misalnya di daerah tropis yang pengaruh suhu dan air sangat dominan, tebal pelapukan dapat mencapai seratus meter, sedangkan daerah sub tropis pelapukannya hanya beberapa meter saja.
 

Menurut proses terjadinya pelapukan dapat digolongkan menjadi 3 jenis yaitu:
- pelapukan fisik atau mekanik
- pelapukan organis
- pelapukan kimiawi

TIPE BENTANG ALAM KARS DI INDONESIA



Batuan karbonat merupakan batuan yang penyusun utamanya adalah mineral karbonat. Secara umum, batuan karbonat dikenal sebagai batugamping, walaupun sebenarnya terdapat jenis yang lain yaitu dolostone. Batuan karbonat dapat terbentuk di berbagai lingkungan pengendapan. Namun umumnya batuan ini terbentuk pada lingkungan laut, terutama laut dangkal. Hal tersebut dikarenaka batuan karbonat dibentuk ole zat organic yang umumnya subur di daerah yang masih mendapat sinar matahari, kaya akan nutrisi, dll. Laut dangkal dimana batuan karbonat terbentuk disebut sebagai paparan karbonat (carbonate platform). Menurut Tucker & Wright (1991), paparan karbonat dapat dibagi menjadi rimmed shelf, ramp, epeiric, isolated platform dan drowned platform.

Mineral dan Unsur-unsurnya


DEFINISI MINERALOGI DAN MINERAL

Mineralogi adalah salah satu cabang ilmu geologi yang mempelajari mengenai mineral, baik dalam bentuk individu maupun dalam bentuk kesatuan, antara lain mempelajari tentang sifat-sifat fisik, sifat-sifat kimia, cara terdapatnya, cara terjadinya dan kegunaannya.

Mineralogi terdiri dari kata mineral dan logos, dimana mengenai arti mineral mempunyai pengertian berlainan dan bahkan dikacaukan dikalangan awam. Sering diartikan sebagai bahan bukan organik (anorganik). Maka pengertian yang jelas dari batasan mineral oleh beberapa ahli geologi perlu diketahui walaupun dari kenyataannya tidak ada satupun persesuaian umum untuk definisinya (Danisworo, 1994).

Definisi mineral menurut beberapa ahli:

Minggu, 08 Mei 2011

Arus Laut (Sea Current)


Arus terjadi karena adanya proses pergerakan massa air menuju kesetimbangan yang menyebabkan perpindahan horizontal dan vertikal massa air. Gerakan tersebut merupakan resultan dari Beberapa gaya yang bekerja dan beberapa factor yang mempengaruhinya. Arus laut (sea current) adalah gerakan massa air laut dari satu tempat ke tempat lain baik secara vertikal (gerak ke atas) maupun secara horizontal (gerakan ke samping).

Contoh-contoh gerakan itu seperti gaya coriolis, yaitu gaya yang membelok arah arus dari tenaga rotasi bumi. Pembelokan itu akan mengarah ke kanan di belahan bumi utara dan mangarah ke kiri di belahan bumi selatan.

Gaya ini yang mengakibatkan adanya aliran gyre yang searah jarum jam (ke kanan) pada belahan bumi utara dan berlawanan dengan arah jarum jam di belahan bumi selatan. Perubahan arah arus dari pengaruh angin ke pengaruh gaya coriolis dikenal dengan spiral ekman (Pond dan Pickard, 1983).

Zona Laut Kepulauan


Zona laut merupakan wilayah laut yang dibedakan berdasarkan batas atau kriteria tertentu sesuai perjanjian yang diatur secara internasional. 

Zona laut dapat dibedakan menjadi :
1. Zona Pesisir
Berdasarkan kedalamannya zona pesisir dapat dibedakan menjadi 4 wilayah (zona) yaitu :
  • Zona “Lithoral”, adalah wilayah pantai atau pesisir atau “shore”. Di wilayah ini pada saat air pasang tergenang air dan pada saat air laut surut berubah menjadi daratan. Oleh karena itu wilayah ini sering disebut juga wilayah pasang surut.

Gerakan rotasi dan revolusi bumi


Bumi merupakan planet, secara urut planet-planet yang terdekat dari matahari adalah Mercurius, Venus, bumi Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto. Bumi beredar menurut sumbernya dengan kala rotasi 27,9 jam dan jarak bumi matahari ± 150 juta km. 

Gerakan rotasi bumi ini akan mempengaruhi keadaan cuaca dipermukaan bumi, misalnya terjadi siang dan malam, dengan pergantian waktu ± 12 jam, untuk daerah diantara 23,50 Lintang Utara dan Selatan, dan ± 6 bulan untuk daerah-daerah disekitar kutub Utara dan Selatan, dari tanggal 21 Maret s/d 21 September di daerah kutub Utara mengalami siang hari dan di daerah kutub Selatan mengalami malam hari, dari tanggal, 21 September s/d 21 Maret di daerah kutub Utara mengalami malam hari dan di daerah kutub Selatan mengalami siang hari. 

Pembentukan Awan dan Jenis-jenisnya

Pembentukan Awan
Awan dapat terbentuk jika terjadi kondensasi uap air di atas permukaan bumi. Udara yang mengalami kenaikan akan mengembang secara adiabatik karena tekanan udara di atas lebih kecil daripada tekanan di bawah. Partikel-partikel yang disebut dengan aerosol inilah yang berfungsi sebagai perangkap air dan selanjutnya akan membentuk titik-titik air. Selanjutnya aerosol ini terangkat ke atmosfer, dan bila sejumlah besar udara terangkat ke lapisan yang lebih tinggi, maka ia akan mengalami pendinginan dan selanjutnya mengembun. Kumpulan titik-titik air hasil dari uap air dalam udara yang mengembun inilah yang terlihat sebagai awan. Makin banyak udara yang mengembun, makin besar awan yang terbentuk.
Penguapan ini bisa terjadi dengan dua cara :

Kewajiban Untuk menyampaikan Ilmu


Seringkali kita berpikir bahwa kewajiban berdakwah hanyalah milik seorang mubaligh berpengalaman atau ustadz/ustadzah yang sudah mumpuni ilmunya. Padahal kita sebagai manusia dan sebagai hamba Allah yang dipercaya untuk menjadi khalifahnya dimuka bumi juga memiliki kewajiban untuk berdakwah. Saya sebut “kita” artinya setiap manusia tidak ada pengecualian.

Hal tersebut di atas berkaitan dengan sabda Rasulullah SAW yang berbunyi, Balighu “anni walau ayyah” (Sampaikanlah dariku, walaupun hanya satu ayat). Bila kita pahami dalam hadits diatas mengandung dua definisi penting, yakni :

Penyakit Hati Sombong, Iri, dan Dengki



Hati (bahasa Arab Qalbu) adalah bagian yang sangat penting daripada manusia. Jika hati kita baik, maka baik pula seluruh amal kita:

Rasulullah saw. bersabda, “….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam Al-Bukhari)

Sebaliknya, orang yang dalam hatinya ada penyakit, sulit menerima kebenaran dan akan mati dalam keadaan kafir.

“Orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya yang telah ada dan mereka mati dalam keadaan kafir.” [At Taubah 125]

SEJARAH GEOLOGI ZONA PEGUNUNGAN SELATAN JAWA TIMUR


BAB I
GEOLOGI UMUM
    A. Fisiografi
Secara umum, fisiografi Jawa Tengah bagian selatan-timur yang meliputi kawasan Gunungapi Merapi, Yogyakarta, Surakarta dan Pegunungan Selatan dapat dibagi menjadi dua zona, yaitu Zona Solo dan Zona Pegunungan Selatan (Bemmelen, 1949) (lihat Gambar 2.1). Zona Solo merupakan bagian dari Zona Depresi Tengah (Central Depression Zone) Pulau Jawa. Zona ini ditempati oleh kerucut G. Merapi (± 2.968 m). Kaki selatan-timur gunungapi tersebut merupakan dataran Yogyakarta-Surakarta ( ± 100 m sampai 150 m) yang tersusun oleh endapan aluvium asal G. Merapi. Di sebelah barat Zona Pegunungan Selatan, dataran Yogyakarta menerus hingga pantai selatan Pulau Jawa, yang melebar dari P. Parangtritis hingga K. Progo. Aliran sungai utama di bagian barat adalah K. Progo dan K. Opak, sedangkan di sebelah timur ialah K. Dengkeng yang merupakan anak sungai Bengawan Solo (Bronto dan Hartono, 2001).

Satuan perbukitan terdapat di selatan Klaten, yaitu Perbukitan Jiwo. Perbukitan ini mempunyai kelerengan antara 40 – 150 dan beda tinggi 125 – 264 m. Beberapa puncak tertinggi di Perbukitan Jiwo adalah G. Jabalkat (± 264 m) di Perbukitan Jiwo bagian barat dan G. Konang (lk. 257 m) di Perbukitan Jiwo bagian timur. Kedua perbukitan tersebut dipisahkan oleh aliran K. Dengkeng. Perbukitan Jiwo tersusun oleh batuan Pra-Tersier hingga Tersier (Surono dkk, 1992).

Gambar 2.1.     Sketsa peta fisiografi sebagian Pulau Jawa dan Madura (modifikasi dari van Bemmelen, 1949).

Sabtu, 07 Mei 2011

Sesar Grindulu Pacitan Dalam Status Waspada


Beberapa waktu lalu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memprediksi, aktivitas gempa yang terjadi di wilayah Ponorogo, Tulungagung hingga Trenggalek akan berdampak sistemik terhadap sesar (patahan) Grindulu, Pacitan. 
Sesar atau patahan Grindulu yang membelah Pacitan
“Secara teori, kemungkinan terjadinya gempa besar bisa saja terjadi. Tapi, kami akan mempelajari dulu hasil penelitian terkait kemungkinan adanya aktivitas tektonik di sekitar sesar Girindulu itu,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa dan Bencana Geologi PVMBG, Gede Swastika.

Bila aktivitas pada salah satu patahan besar Pulau Jawa itu benar-benar terjadi, efek gempa dengan skala lebih besar bisa terjadi dengan efek getaran yang meluas. Hal itu sebagai akibat pergerakan retakan pada sisi lempeng bumi yang berada di selatan Pulau Jawa sebagaimana pernah terjadi pada aktivitas sesar Opak, yang menyebabkan gempa berskala besar di kawasan pesisir selatan Yogyakarta akhir 2004.

Bergetar Tanpa Gempa (Aseismic Tremor)


Ketika sebuah patahan bergeser dan bergerak secara mendadak maka akan menimbulkan getaran atau goyangan yang disebut gempa. Namun ada kalanya gerakan dari bagian-bagian bumi yang terpatahkan itu tidak bergerak secara mendadak dengan sangat cepat. Namun gerakannya sedikit demi sedikit. Gerakan yang sedikit demi sedikit ini walaupun tidak menyebabkan gempa namun menyebabkan bumi tergetar disebut tremor.
Gambar di atas adalah yang dimaksud dengan teori elastic rebound atau “teori pelentingan”. Teori yang dijelaskan untuk gempa-gempa akibat patahan geser/ sesar. 

Goyangan-goyangan akibat terlepasnya energi yang terkumpul perlahan-lahan ketika akan melenting bisa dilihat seperti gambar di atas. (sumber gambar : www.uwgb.edu/DutchS/EarthSC202Notes/quakes.htm)

Trenggalek “Swarm Earthquake” (Gerumbulan Gempa)


Biasanya kita mengenal gempa diawali dengan gempa utama (main shock) yang diikuti oleh gempa susulan (after shock). Gempa utama memiliki kekuatan 2-3 kali skala Richter dari gempa susulannya. Jumlah gempa utama ya satu saja, sedangkan jumlah gempa susulan akan jauh lebih banyak dan tentusaja, sangat tergantung besarnya gempa utama. Dibawah ini gempa utama di Adaman (Gempa-tsunami Aceh) yang terjadi mulai Desember 2004.


Gempa Aceh ini berkekuatan ~9 M, dan susulannya terus berdentuman hingga beberapa bulan kemudian.

Segitiga Bermuda Ada Di Indonesia ?

Pola kedalaman laut di Segitiga Masalembo sangat jelas menunjukkan bentuk segitiga yang nyaris sempurna berupa segitiga sama sisi. Lihat gambar dibawah.
Pada peta kedalaman laut atau peta bathymetri di atas dapat dilihat adanya bentuk kepulauan yang berbentuk segitiga. Tinggian yang terdiri beberapa pulau-pulau ini bisa disebut sebagai “SEGITIGA MASALEMBO” atau “THE MASALEMBO TRIANGLE“.

Nah, ada apa saja di daerah seputaran Segitiga Masalembo ini ?

TINGKATAN MANUSIA DALAM AL-QUR’AN

 Allah mengatakan dalam firmannya:

Kemudian Kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih di antara hamba-hamba kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. yang demikian itu adalah karunia yang amat besar”.(Al-Fathir : 32)

Dalam ayat ini Allah membagi tingkatan seorang hamba itu menjadi 3 tingkatan:

Jumat, 06 Mei 2011

Hutan Indonesia untuk global warming


Pemanasan suhu global akibat akumulasi gas rumah kaca, terutama karbon, telah menyebabkan perubahan iklim dan melelehnya es di kutub. Upaya pemantauan dilakukan dengan melihat potensi sumber peredamnya—hutan—dengan teknologi penginderaan jauh, menggunakan satelit dan pesawat terbang.

Indonesia, negeri berhutan tropis terluas kedua di dunia, menjadi incaran banyak negara maju. Dengan potensi sumber daya alam itu, wilayah di khatulistiwa ini menjadi tumpuan dunia untuk menahan dan mereduksi emisi karbon—penyebab pemanasan suhu global.

OSN & UN


Info resmi dari siswapsma.org , OSN 2011 akan diadakan pada tanggal:

12 September 2011- 17 September 2011 di Manado, Sulawesi Utara

Berdasarkan Surat dari Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Nasional Nomor 87/Dikmen-SMA/1/LL/2011 tanggal 19 Januari 2011 tentang Seleksi Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten/Kota dan Propinsi Tahun 2011, maka seleksi OSN tingkat kabupaten/kota dan propinsi dilaksanakan dengan ketentuan :

Rabu, 04 Mei 2011

Gumuk Pasir (Sand Dunes) Parangtritis


Pengertian
Gumuk pasir adalah gundukan bukit atau igir dari pasir yang terhembus angin. Gumuk pasir dapat dijumpai pada daerah yang memiliki pasir sebagai material utama, kecepatan angin tinggi untuk mengikis dan mengangkut butir-butir berukuran pasir, dan permukaan tanah untuk tempat pengendapan pasir, biasanya terbentuk di daerah arid (kering).

Gumuk pasir cenderung terbentuk dengan penampang tidak simetri. Jika tidak ada stabilisasi oleh vegetasi gumuk pasir cenderung bergeser ke arah angina berhembus, hal ini karena butir-butir pasir terhembus dari depan ke belakang gumuk. Gerakan gumuk pasir pada umumnya kurang dari 30 meter pertahun.

Selasa, 03 Mei 2011

HUJAN ASAM (ACID RAIN)


Salah satu parameter yang menentukan baik buruknya kualitas air adalah pH. (American Ground Water Trust, 2003). Secara ilmiah, pH sendiri diartikan sebagai banyak sedikitnya kandungan ion H+ dalam suatu benda, baik itu cairan maupun padat. Kadar pH memiliki rentangan dari 0 (asam kuat) sampai 14 (basa kuat) dengan 7 adalah harga tengah mewakili air murni (netral). (www.chem-is-try.org).

Siklon Tropis


Siklon tropis digolongan dalam

·       depresi tropis,
·       badai tropis,
·       siklon tropis ( bermacam-macam: Bagyo di Filipina, Chubasco di Meksiko, dan Taino di Haiti.)

Siklon berasal dari kata Yunani kyklos yang berarti lingkaran atau roda, secara meteorologi siklon tropis merupakan suatu sistem tekanan udara rendah yang terbentuk secara umum di daerah tropis yang kemunculannya diawali oleh tahapan-tahapan tertentu, sifat sistem bertekanan rendah yang merupakan bagian dari sirkulasi atmosfer. yang memindahkan panas dari daerah khatulistiwa menuju garis lintang yang lebih tinggi. Gambar dibawah merupakan contoh siklon yang disebut siklon Katrina yang muncul tanggal 26 Maret 2004 (sumber: wikipedia)

Pola Curah Hujan Indonesia


Pembagian pola iklim di Indonesia berdasarkan metode korelasi ganda. (diambil dari disertasi Dr.Edvin Aldrian)

Region atau daerah A, pola curah hujannya berbentuk huruf U ( paling kiri), sedang pola Region B, pola curah hujannya berbentuk huruf M ( tengah) dengan dua puncak curah hujan.Sedangkan pola Region C berbentuk huruf U terbalik ( kanan) atau berkebalikan dengan Region A. Garis merah merupakan curah hujan dalam milimeter sedangkan garis hitam merupakan deviasinya.

Anomali cuaca di Khatulistiwa (Indonesia)

Dalam kondisi normal, pemanasan matahari di perairan tropis akan menghasilkan uap air yang kemudian oleh sistem cuaca global berupa sirkulasi kolom udara Sirkulasi Hadley akan terdistribusi ke wilayah subtropis pada kawasan antara 30 dan 60 derajat Lintang Utara dan Selatan. Oleh Sirkulasi Ferrel selanjutnya diteruskan ke kawasan kutub masuk ke sirkulasi polar.

Mengikuti garis edar matahari itu yang bergerak naik turun ke utara-selatan khatulistiwa, terjadi ”sabuk hujan”. Pada Desember di belahan bumi utara mengalami musim dingin. Sedangkan Juni berlangsung musim panas. Kondisi sebaliknya terjadi di belahan bumi selatan.

Mangrove Tumbuhan Penyerap Karbon (Global Warming)



Hutan bakau ternyata menyerap lebih banyak karbon dibanding kebanyakan hutan hujan tropis. Hal tersebut terungkap dalam hasil penelitian Center for International Forestry Research (CIFOR) dan USDA Forest Service.

Penemuan ini menggarisbawahi pentingnya pelestarian hutan bakau (salah satu jenis spesies mangrove) sebagai langkah mengatasi perubahan iklim. Selama ini, hutan bakau di kawasan pesisir selama ini dirusak dalam kecepatan signifikan, berkontribusi pada emisi gas rumah kaca.

Daniel Murdiyarso, ilmuwan senior CIFOR mengatakan, "Hutan bakau dihancurkan sangat cepat. Ini perlu dihentikan. Penelitian kami menunjukkan bahwa hutan bakau memainkan peranan penting dalam mitigasi melawan perubahan iklim."

Perolehan Data Spasial SIG

Data spasial merupakan dasar operasional pada system informasi geografis. Hal ini terutama dalam system informasi geografis yang berbasiskan pada system digital computer. Namun demikian pemikiran tentang pemanfaatan data spasial ini sebenarnya tidak hanya dilakukan pada operasional system informasi geografis digital yang berlaku pada saat ini. Ptolomeus mencoba melakukan pemetaan pada awal abad ke dua. Perkembangan yang cepat dalam teknologi digital computer saat ini memacu perkembangan pemanfaatan data spasial dalam bentuk digital. Kemudahan akses, manipulasi, dan duplikasi data hingga analisis terhadap data spasial menjadi sangat mudah dengan bantuan teknologi digital ini. 

Senin, 02 Mei 2011

Temuan Gunung Raksasa Bawah Laut

http://4.bp.blogspot.com/_ffa_aJwTl_c/TMgjYyiWWwI/AAAAAAAAAE0/Aa9Va5O0l9E/s1600/Gunung+laut1.jpg 

“Gunung Kerinci yang tingginya sekitar 3.800 meter dan Gunung Semeru sekitar 3.600 meter kalah dengan gunung yang baru ditemukan di perairan Bengkulu tersebut. Kalau gunung ini memang benar gunung api, maka gunung ini merupakan gunung api terbesar di Indonesia,” kata Kepala PVMBG Badan Geologi, Bandung, Surono.

Lokasi gunung tersebut berada di Palung Sunda di barat daya Sumatera, terletak kira-kira 330 km dari Bengkulu. Tingginya diperkirakan 4.600 meter dengan puncaknya ada di kedalaman 1.280 meter dari permukaan laut. Diameternya diperkirakan sekitar 50 km.

Minggu, 01 Mei 2011

Indonesia Rawan Gempa Terbesar di Dunia


Indonesia merupakan negara yang memiliki titik gempa terbanyak di dunia, mencapai 129 titik. Selain itu, Indonesia merupakan negara rawan gempa terbesar di dunia yang dapat menimbulkan gelombang tsunami. Ttitik gempa meliputi daerah selatan Indoneisa, mulai dari Pulau Sabah sampai Nusa Tenggara Timur, terus naik ke Pulau Papua. Selanjutnya, masuk ke utara Indonesia sampai masuk ke gugusan Filipina.
Peta Daerah Rawan Tsunami

Asal Usul (Nama Indonesia & Pulau" nya)


Mungkin sudah banyak yang tahu asal usul nama Indonesia, namun banyak pula orang Indonesia yang belum tahu sejarahnya.
bhineka

Sebelum nama Indonesia digunakan, dahulu kawasan kepulauan dari Sabang sampai Merauke ini dikenal dengan banyak nama. Bangsa India saat itu menamakan Indonesia dengan nama Dwipantara penggalan dari bahasa Sansekerta, Dwipa (pulau) dan antara (seberang). Nama Hindia digunakan ketika bangsa Eropa mulai masuk ke wilayah Indonesia. Saat itu mereka menyebut Indonesia dengan nama Indische Archipel (Kepulauan Hindia). Nama Hindia sendiri adalah sebutan orang Eropa untuk wilayah Asia.

peta-indonesia

Seiring pendudukan Belanda, nama itu berubah menjadi Hindia Belanda yang artinya Hindia yang milik Belanda.

Pengetahuan Umum Bumi

Estimasi Berat  (massa) (5,940,000,000,000,000,000,000 ton)
Estimasi usia 4.6 billion years
Populasi
6,446,131,714
Luas permukaan
(510,066,000 km persegi)
Luas daratan
(148,647,000 km persegi) 29.1%
Luas lautan
(335,258,000 km persegi)
Luas total permukaan yang ditutupi air
(361,419,000 km persegi) 70.9%
Jenis air
(97% air laut), (3% air tawar)

Globe Icon, The World, Planet Earth